Demi masa
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Mar | ||||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | |
| 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 |
| 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 |
| 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 |
| 28 | 29 | 30 | 31 | |||
Dialogis
Dr. Hamid Chebli
Dia adalah teman baik saya di Ecole Centrale Paris. Saya panggil dia cukup dg “Hamid” . Nggak pakai doktor Hamid. Lha wong sudah kenal akrab, lagian umurnya baru 32 th. Gelar doktornya diperoleh pd th 2002, jadi sekitar umur
26 th. Sama kayak umur saya detik ini.
continue reading "Dr. Hamid Chebli : Sebuah Email dari Sharjah"
Apakah anda masih ingat Gubernur Jenderal Deandels? Ya, apa lagi anda-anda yang hobi dengan karya-karya sastra (panggilan akrab Pramoedya Ananta Toer), bagaiman tidak mas Pram dengan ciri khas sastranya membuai kepiluan masa lalu penjajahan belanda ini dengan menguak sisi kesejarahan peristiwa ini melalui novelnya yang berjudul Jalan Raya Pos, Jalan Raya deandels (Lentera Dipantara, 2005). Inilah yang saya ingat ketika pertama kali diberitahu teman bahwa kita akan berkunjung ke kudus kota kretek itu. Perjalanan yang tanpa diduga sebagai hadiah para pemenang peserta penulisan blogjurnalistikonLAin yang sponsori Indopos, PT. Djarum melalui LA lightnya dan Pro XL.
continue reading "Sepanjang Jalan Kenangan;Antara Deandels, Cheng Ho dan Sunan Kudus"
Yang tak kalah menarik dari jejek perjalanan discovery kudus adalah kunjungan ke kelenteng sam poo kong atau sam bao khong atau kelenteng Gedong batu. Kelenteng ini merupakan salah satu kelenteng tua di
Untuk tidak melewatkan keindahan arsitek gerbang kelenteng yang eksotis, untuk mengabadikannya kami dan rombongan berpoto berasma di depan gerbang kelenteng. Gerbang ini seperti kebanyakan arsitektur khas china lainnya di dominasi oleh warna kuning dan merah, yang unik dari gerbang ini diantara dominasi warna merah dan kuning juga ada warna hijau yang melambangkan bahwa tempat ini selain di hormati oleh penganut kong hu chu, Budha dan Tri Darma juga di hormati oleh kalangan Ummat Islam.
continue reading "Laksamana Cheng Ho, Misi Dagang dan Perdamaian China"
” pimpinan tentara merah Mao Ze dong, Tianan men” dan Arca Laksamana Cheng Ho
” trio tentara merah Mao Ze dong, Tianan men” dan Arca Laksamana Cheng Ho
” tentara merah Mao Ze dong, Tianan men” dan Arca Laksamana Cheng Ho
” tentara merah Mao Ze dong, Tianan men” dan Arca Laksamana Cheng Ho
” tentara merah Mao Ze dong, Tianan men” dan Arca Laksamana Cheng Ho
Sebuah koran yang menyatakan diri sebagai “a truly Jakarta newspaper” sebagai jargonnya mulai akhir bulan ini menjadi langgananku untuk sebulan kedepan, diterbitkan oleh perusahaan yang tergabung dibawah naungan jawa pos. Kita boleh menunda diskusi tentang klaim “sejati (truly)” itu, tapi kehadiran Indopos cukup menambah variasi bacaan Koranku. Rubrikasi dan perwajahan tak berbeda dengan edisi Jawa Pos, Tata letaknya terhitung modern, diukur dari standar koran sejenis, meski boleh dibilang “kuno” dipandang dari sudut “revolusi desain” dewasa ini.
Terbit 40 halaman pada awalnya namun seiring naiknya harga kertas akibat imbas kenaikan BBM beberapa kali, manajemen Jawa Pos grup mengurangi jumlah halaman Indopos menjadi 32 halaman (wikipedia), edisi perdana langganan Indopos yang aku terima segera memancarkan watak dan pesan umum yang mau disampaikan kepada khalayak: sebagai koran entertain, modern, ringan tapi berbobot, variatif dan toleran. Bahkan tampaknya diniatkan untuk memperlihatkan “totalitas” Koran entertain, rubrik-rubriknya antara lain rubrik utama terdiri dari berita utama, internasional, opini, visitite dan politika serta rubric lainnya laporan khusus, edukasi, ulasan ekonomi dan lain-lain selain rubrik standar. beberapa halaman lebih bersifat lokal Jakarta seperti Society, Wanita Jakarta, Jakarta Raya, Ekshibisi, dan olahraga lokal Jakarta.
Dari berbagai masalah keorganisasian yang muncul, masalah kaderisasi adalah masalah rumit. Berbagai organisasi membuat suatu system perkaderan sesuai dengan visi misi dan latar belakang pendirian organisasi tersebut, Berbagai jenis kaderisasi yang pernah diterapkan berbagai organisasi
Entah bagaimana penanganan pendidikan kita selama ini, dari data dapat dilihat bahawa kita sangat terpuruk sekali dalam bidang ini, seperti tidak diperlukan dan pendidikan dianak tirikan. padahal UU kita meng-amanatkan pengalokasian 20% dana APBN buat pendidikan, kenapa belum dilaksanakan?paling tidak dana APBN dan sumberdaya yang ada di optimalisasikan?
continue reading "Mengejar Pendidikan"
Jatuh dan bangunnya pemuda negara bangsa ini di nilai dari sejauh manakah peran mereka dalam proses pembangunan dan pendewasaan bangsa ini. apakah mereka tergolong dalam pemuda yang menciptakan apa yang terjadi, atau golongan pemuda yang hanya ikut dalam proses yang terjadi, atau golongan pemuda yang bertanya apa yang sedang terjadi.
Marikita lihat satu persatu, pertama pemuda yang tergolong dalam kategori pemuda yang menciptakan apa yang terjadi, apakah itu, mereka adalah pemuda yang selalu inovatif dan kreatif dalam melihat peluang-peluang dalam rangka pengembangan potensi diri maupun potensi kepemudaan secara umum dalam ikut serta dengan sekuat tenaga, men-cipta dengan karya dan karsanya, dan pemuda model pertama inilah yang menjadi idaman dan harapan ibu pertiwi dalam rangka mengangkat keterpurukan bangsa. dalam sejarah kemerdekaan
continue reading "Dipundakmu Masa Depan Bangsa Wahai Pemudi Pemuda"
Categories
- Discovery Kudus (5)
- Opini (1)
- Politika (1)
- Wacana (2)
Demi Waktu
Fans -q
Recent Comments
Blogroll
recent entries
- Dr. Hamid Chebli : Sebuah Email dari Sharjah
- BerPhoto (berita photo) Part 2 : My Lovely Kudus
- Sepanjang Jalan Kenangan;Antara Deandels, Cheng Ho dan Sunan Kudus
- Laksamana Cheng Ho, Misi Dagang dan Perdamaian China
- BerPhoto (berita photo)
- Indopos, Ahlan Wasahlan!
- Keran Kaderisasi
- Mengejar Pendidikan
- Dipundakmu Masa Depan Bangsa Wahai Pemudi Pemuda
Wordpress theme by Wordpress Themes & made free by Internet Marketing Center
Edit here in the footer.php
